Bab 1. Ilmu Sejarah

Posted: November 3, 2011 in Uncategorized

A.     Pengertian Sejarah

 Pengertian sejarah ditinjau dari asal kata.

Menurut Jan Romein, kata “sejarah” memiliki arti yang sama dengan kata “history” (Inggris), “geschichte” (Jerman) dan “geschiedenis” (Belanda), semuanya mengandung arti yang sama, yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
Sementara menurut sejarawan William H. Frederick, kata sejarah diserap dari bahasa Arab, “syajaratun” yang berarti “pohon” atau “keturunan” atau “asal-usul” yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu “syajarah”. Dalam bahasa Indonesia menjadi “sejarah”. Menurutnya kata syajarah atau sejarah dimaksudkan sebagai gambaran silsilah atau keturunan.

  • Aristoteles :
    “Sejarah bergelut dengan yang partikular dan dengan apa yang aktual sudah terjadi.
  • Francis Bacon :
    “Sejarah mempelajari yang berkisar antara waktu dan tempat, dengan menggunakan ingatan sebagai instrumen.”
  • Vico :
    “Sejarah adalah ilmu pertama manusia. Manusia yang menciptakan sejarah.”
  • Ibnu Khaldun :
    ” Sejarah adalah pengetahuan tentang proses-proses berbagai realitas dan sebab-musababnya secara mendalam.”
  • Collingwood :
    “Sejarah merupakan ilmu atau suatu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menaruh perhatian terhadap tindakan manusia masa lalu yang diperoleh melalui interpretasi bukti sejarah dan demi self-knowlegde manusia.”
  • M. Ali :
    “Sejarah adalah sejumlah proses perubahan, kejadian, dan peristiwa yang ada di sekitar kita.”
  1. Rumusan batasan pengertian sejarah

Ada banyak rumusan pendapat yang diberikan para sejarawan terkait dengan pengertian sejarah. Dari berbagai pendapat yang ada dalam arti yang luas sejarah dapat diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian masa lampau yang dialami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu tertentu, diberi tafsiran dan analisa kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami.

B.      Ruang Lingkup Sejarah

 1.   Sejarah sebagai peristiwa,

Sejarah sebagai peristiwa yang tidak mungkin terulang lagi (einmalig = terjadi sekali saja). Dengan kata lain, sejarah sebagai peristiwa, hanya sekali terjadi (einmalig).

2.   Sejarah sebagai kisah

Sejarah sebagai kisah adalah sejarah yang menyangkut penulisan peristiwa tersebut oleh seseorang sesuai dengan konteks zamannya dan latar belakangnya.

3.   Sejarah sebagai ilmu

Sejarah dapat digolongkan sebagai ilmu apabila ia memiliki syarat-syarat dari suatu ilmu pengetahuan atau syarat-syarat ilmiah. Syarat-syarat keilmuan yang dimaksud adalah:

  • Ada objek masalahnya
  • Memiliki Tujuan

Ilmu memiliki tujuan sendiri untuk membedakan dengan ilmu yang lain. Artinya, dengan memiliki tujuan, sesuatu ilmu akan dibatasi oleh objek material atau sasaran yang jelas.

  • Memiliki metode

Metode dalam arti yang luas adalah cara atau jalan untuk melakukan sesuatu menurut aturan tertentu. Dengan menggunakan metode, maka seseorang dapat melakukan kegiatan secara lebih terarah.

  • Tersusun secara sistematis

Penyusunan secara sistematis memungkinkan pengetahuan yang diteliti saling berkaitan dengan bidang ilmu lain sehingga merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan satu sama lain.

  • Menggunakan pemikiran yang rasional

Ilmu hanya dapat dipahami dengan akal pikiran yakni dengan menggunakan penalaran yang sehat. Analisis yang dilakukan terhadap sejumlah pengetahuan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat diterima oleh aturan-aturan logika untuk mencapai suatu kesimpulan.

  • Memiliki kebenaran yang objektif

Pengetahuan ilmiah dapat dikomunikasikan dengan orang lain dan kebenarannya dapat diterima oleh orang lain juga, karena sesuai dengan kenyataan (objektif). Sejarah sepanjang menyangkut tentang fakta adalah objektif.

  • Sejarah sebagai seni

Dalam proses penelitiannya sumber sejarah bersifat ilmiah, tetapi dalam taraf penulisannya sejarah bersifat seni.

C.      Penelitian Sejarah

Lima tahap penelitian sejarah:

  • Pemilihan Topik

Langkah awal dalam penelitian sejarah adalah menentukan topik bahasan yang akan diteliti. Penentuan topik harus mencakup 5W+1H (What,Where,When,Who,Why, dan How).

  • Heuristik

Heuristik adalah tahap pencarian sumber sejarah baik sumber lisan, tulisan atau benda. Selain itu, dikenal dua macam sumber, yaitu Sumber Primer dan Sumber Sekunder.

  • Verifikasi

Verifikasi adalah tahap mengkritisi sumber yang sudah didapatkan. Ada dua macam kritik, yaitu Kritik Ekstern dan Kritik Intern. Dari proses Verifikasi dihasilkan Fakta Sejarah.

  • Interpretasi

Interpretasi adalah tahap menafsirkan fakta-fakta sejarah yang sudah didapatkan. Penafsiran ini dapat dilakukan melalui Analisis dan Sintetis.

  • Historiografi

Historiografi adalah tahap menuliskan kembali suatu peristiwa sejarah sebagai sebuah bentuk catatan sejarah.

 

D.     Periodesasi dan Kronologi Dalam Ilmu Sejarah

  • Periodesasi

Pengertian periodisasi diartikan sebagai pembabakan waktu yang dipergunakan untuk berbagai peristiwa. Kompleksnya peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia pada setiap masa memerlukan suatu pengklasifikasian berdasarkan bentuk serta jenis peristiwa tersebut. Peristiwa-peristiwa yang telah diklasifikasikan itu disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu kejadiannya. Rentang waktu atau masa sejak manusia ada hingga sekarang merupakan rentang yang sangat panjang, sehingga para ahli sejarah sering mengalami kesulitan untuk memahami dan membahas masalah-masalah yang muncul dalam sejarah kehidupan manusia. Dalam sejarah Indonesia, periodisasi dibagi dua, yaitu zaman praaksara dan zaman sejarah.

  • Zaman praaksara, yaitu zaman sebelum manusia mengenal tulisan.
  • Zaman sejarah, yaitu zaman di mana manusia sudah mengenal tulisan. Zaman sejarah dibagi tiga sebagai berikut :
    • Zaman Kuno, yang membicarakan sejak kerajaan tertua sampai abad ke-14. Pada zaman ini, berkembang kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buddha.
    • Zaman Indonesia Baru, mulai abad ke-15 yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai abad ke-18.
    • Zaman Indonesia Modern, sejak masa pemerintahan Hindia Belanda (1800), pergerakan kemerdekaan Indonesia merdeka sampai sekarang atau masa kontemporer

Tujuan periodesasi :

ü  Melakukan penyederhanaan

ü  Memudahkan klasifikasi dalam ilmu sejarah

ü  Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis

ü  Memudahkan pengertian

ü  Untuk memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan

  • Kronologi

Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu terjadinya. Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu secara tepat, selain itu dapat juga membantu untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama di tempat berbeda yang terkait peristiwanya.

E.      Kegunaan Sejarah

Secara sederhana, Louis Gotschalk membagi kegunaan sejarah dalam 4 bagian yaitu:

  1. Rekreatif, artinya dengan membaca atau mempelajari sejarah, kita seolah-olah dibawa berpetualang menembus dimensi ruang dan waktu. Tanpa beranjak dari tempat, kita dibawa oleh sejarah untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa yang jauh dari kita yang mungkin saja kita tidak tahu tempatnya atau kita tidak pernah ikut menyaksikan kejadian tersebut.
  2. Inspiratif, dalam hal ini suatu karya sejarah dapat memberikan inspirasi kepada para pembacanya atau yang mempelajarinya.
  3. Instruktif, bermaksud memberikan pelajaran mengenai suatu keterampilan atau pengetahuan (pengajaran) tertentu misalnya pengetahuan tentang taktik perang.
  4. Edukatif, berguna untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk melangkah ke masa depan. Contoh adanya slogan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Menurut Travelyan belajar sejarah mempunyai 3 kegunaan antara lain: a. Ilmiah yaitu berupa pengumpulan fakta dan penyaringan bukti. b. Imajinatif yaitu menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan dan mengambil satu kesimpulan c. Sastra yaitu penyajian hasil ilmu dan daya angan dalam bentuk yang menarik.

Banyak menyatakan bahwa mempelajari sejarah banyak kegunaannya bagi peserta didik, antara lain:

  • secara unik dapat memuaskan rasa ingin tahu tentang orang lain, tentang kehidupan para tokoh/pahlawan, perbuatan, dan cita-citanya dan juga dapat membangkitkan kekaguman tentang kehidupan manusia masa lampau,
  • melalui pengajaran sejarah dapat dibandingkan kehidupan zaman sekarang dengan masa lampau,
  • melalui pengajaran sejarah dapat diwariskan kebudayaan umat manusia,

lewat pengajaran sejarah di sekolah-sekolah dapat membantu mengembangkan cinta tanah air di kalangan para siswa.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s